pembual
19.37Aku sempat berfikir bahwa ah pria sama saja--mendekati--mencintai--lalu meninggalkan, tetapi pada kenyataannya hari demi hari kamu meyakinkan bahwa aku benar mencintaimu, aku benar memilihmu, jadi jangan pernah meragukanku lagi, hingga aku pun benar-benar membuka hati ini selebar mungkin membawamu ke tempat yang paling nyaman di hati ini, benar-benar menjaga, menjaga agar tidak terluka sedikitpun, dan berusaha membuatmu senyaman mungkin. Tetapi pada kenyataannya, kamu mendobrak pintu hati ini untuk terbuka agar kamu bisa keluar dari dalamnya, kamu berkhianat, yang katanya aku tak akan pernah keluar dari hati ini, aku mencintaimu tanpa ada kata tapi, ternyata semua hanya omong kosong, tanpa berhati-hati atau permisi kamu pergi berlari, hingga aku tak mampu untuk mengejarmu, kamu lebih tega dari apapun, semua ucapanmu, semua janjimu, sia-sia lah sudah, kamu mempermainkan aku, hati ini, dan semua janjimu. Aku yang terlalu bodoh, ataukah kamu yang tidak bisa menghargai perasaan wanita?
0 komentar