10.12
Masih ku lihat ponselku yang ku harap ada pesan darimu masuk. Tapi ternyata? Enyahlah sudah harapanku, berhari-hari, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan, pesanmu untukku tak pernah sampai. Entah kamu mengganti nomor telfonmu, ataukah kamu salah menyimpan nomor ponselku-- aku sudah tidak pernah tau lagi kabarmu juga tentangmu.
Masih dengan rasa rindu yang menggebu-gebu, tak pernah surut, juga tak pernah padam-- aku masih tetap merindukanmu. Saat sepasang bola matamu yang besar itu menatapku dengan tajam, yang katanya kukira itu penuh cinta. Saat kedua tanganmu juga dadamu memelukku dengan erat, yang katanya kukira itu penuh kasih sayang-- ya, semua hanya katanya dan kukira.
Aku terlalu bodoh untuk mengenali mana yang sesungguhnya dan mana yang berpura-pura. Aku hanya bisa melangkah cepat mengartikan maksud tatapanmu juga pelukanmu-- karna aku benar-benar padamu. Kebenaranku, kesungguhanku, kamu salah artikan hingga kamu mengukir luka untukku begitu hebat. Sangat hebat.
Luka ini, masih menganga pedih. Rindu ini masih menggebu-gebu.
0 komentar