01.00
"Seharusnya jika ingin menahan rasa ya tahan, bukan menahan sambil membuka hati. Tau kan akibatnya? Bukan ia saja yang terluka, melainkan hati yang kau jaga agar tak terluka lagi, malah kembali lagi terluka." Ucapnya memarahiku.
"Lalu aku harus bagaimana? Aku membutuhkan solusi, bukan dipojokan seperti itu." Kataku sembari menangis sesenggukan.
"Jika ia memang ingin pergi, biarkan pergi. Tak usah menahan seseorang yang ingin pergi. Ia merasa kamu tidak sungguh sungguh padanya, ia merasa kamu tak merasakan apa yang ia rasakan juga. Jadi, sekarang percuma saja jika kamu mengungkapkan segalanya yang kamu rasakan, sedangkan seseorang yang kamu harapkan tetap bersikeras ingin pergi. Hati yang terluka akan cepat pulih kembali jika yang memiliki hatinya tak ingin berlarut larut pada luka." Katanya sembari menepuk nepuk pundakku kemudian memberikan selembar tissue.
0 komentar