Teruntuk power rangerku

15.14

Ketika sebulan pertama di depan pintu pagar rumahku,
Langit, bintang, bulan, jalanan sepi, juga pagar hitam rumahku,
Kamu mengatakan "selamat sembilan belas yang pertama, semoga bertemu sembilan belas selanjutnya ya."

Aku baru ingat, hanya itu akhir dari ucapanmu, seharusnya diselipi semoga bertemu sembilan belas selanjutnya bersamaku ya, tapi tidak, tidak ada kata bersamaku. Sangat jelas bukan? Memang tak sengaja ucapanmu itu akan meninggalkanku, dan itu tanpa aku sadari.

Memang benar, aku, hari ini, masih bertemu sembilan belas, sampai kapan pun, selama aku hidup, aku masih akan tetap bertemu, tapi bedanya, di sembilan belas kemarin, sekarang, dan seterusnya, tidak akan ada kamu didalamnya.

Dan aku minta maaf, jika semua tulisanku masih bertentangan tentang kamu. Karna yang ada dipikiranku, hanya kamu melulu.

Semoga kamu berbahagia dan sehat selalu.

You Might Also Like

0 komentar