Entah
23.17Merasakan bagaimana perihnya di khianati, bagaimana sakitnya tak di hargai, oleh teman sendiri. Ya, untuk kesekian kalinya. Dan ini benar-benar menyakiti.
Apa mereka terlalu buta akan kebaikan yang aku beri?
Apa mereka begitu terluka dengan salah paham ucapanku?
Apa mereka hanya berpura-pura berteman baik denganku?
Entah, aku tak tau.
Ya benar, ini salahku. Semua memang benar aku yang melakukan kesalahan. Aku memikirkan bagaimana resikonya, bagaimana nantinya. Tapi, aku tak pernah memikirkan bagaimana menghadapi sakitnya dikhianati, aku terlalu terpaku akan semua resiko yg datang tanpa memikirkan "dikhianati" hingga kini terjadi? Aku begitu terluka oleh ulah teman-temanku.
Ketika susah, ketika butuh bantuan, aku berusaha untuk ada aku berusaha untuk bisa dan aku berusaha agar aku dapat membantu. Tetapi kini? Ketika aku terjatuh akan semua kesalahan yang aku perbuat, mereka semakin menginjakku dalam-dalam, mendorongku agar aku terjatuh, membunuhku dengan mulutnya agar aku semakin terluka dan tak pernah berfikir bahwa aku juga membutuhkan kalian.
Kemana kalian yang aku kenal? Aku kehilangan jiwa kalian, aku kehilangan pangeran pangeran juga putri putri yang selalu aku banggakan. Tapi sudahlah, aku mengerti dan aku tau, bahwa nyatanya, apa yang tak pernah aku lihat dari diri kalian, terlihat juga, dan itulah kalian. Dan aku juga harus merelakan, mengikhlaskan, pada semua tingkah juga perilaku kalian terhadapku.
Terimakasih, karna kalian.
Aku belajar banyak hal. Dan, nyatanya memang benar, dalam berteman juga mencari teman "harus pilih-pilih".
0 komentar