Kamu Lawan, Bukan Kawan
10.58
Aku masih mengingat, ucapanmu dahulu untukku yang isi nya
“kamu sendiri yang membuat pisau itu tertusuk padamu.” Dan sekarang aku
mengerti apa yang kamu ucapkan. Kamu, salah satu yang aku anggap “TEMAN
TERBAIKKU” menghianati kepercayaanku. Ku kira benar, akulah yang menusuknya,
nyatanya, kini aku begitu terluka, dan luka itu di bantu oleh mu untuk
menusukku. Kamu sangat pintar bermain seperti ini. Benar, bahkan lebih pintar
dariku. Kamu menjatuhkan aku secara perlahan untuk masuk ke dalam lubangmu.
Ku fikir kamu, yang akan membantuku, meminimalisir masalah yang terjadi padaku. Nyatanya, kamu bahkan lebih dari sebuah kompor. Kamu memanfaatkan ceritaku, keluh kesahku, untuk kepentinganmu, entah apa itu, aku tak mau tau, karna luka yang kau buat sungguh membuatku menyesali telah menjadikanmu sebagaiTeman
Terbaikku. Terimakasih kawan, kini kamu lah lawanku sesungguhnya. Terimakasih
telah mengajarkanku, bagaimana caranya harus berhati-hati memberikan
kepercayaan kepada seseorang.
Ku fikir kamu, yang akan membantuku, meminimalisir masalah yang terjadi padaku. Nyatanya, kamu bahkan lebih dari sebuah kompor. Kamu memanfaatkan ceritaku, keluh kesahku, untuk kepentinganmu, entah apa itu, aku tak mau tau, karna luka yang kau buat sungguh membuatku menyesali telah menjadikanmu sebagai
0 komentar