Hujan
16.25
Aku selalu menyukai hujan, selalu menginginkannya datang.
Apalagi jika ditemani aroma secangkir kopi lalu bersantai, dan mengenangmu
dalam hujan.
Kamu adalah topik tulisanku saat ini, kamu adalah bagian
dari kenanganku yang tak pernah kulupakan.
Halo tuan, apa kabar nya kamu? Apakah hatimu sudah membaik? Ku
harap begitu. Lama sudah kita tak jumpa, juga tak menyapa. Tapi kini, aku
menyimpan rindu padamu. Pria yang dahulu sempat aku cintai, disaat hujan
menghampiri. Ya, hujan ini mengingatkanku kepadamu, mengingatkan kita saat
bersama dipinggir toko Bunga sembari berkata “Ini bucket bunga dan juga coklat
untukmu, aku mencintaimu.” Hanya senyuman bahagia yang aku berikan padanya.
Halo tuan, terkadang hujan ini membawa rindu padamu dan juga
luka yang kamu berikan. Mengapa harus ada luka yang terasa? Apakah luka yang kamu
berikan sangat menyakitkan? Tapi tenang tuan, aku bukan berarti tak
memaafkanmu. Aku memaafkanmu, karna kamu sempat membuat hariku sempurna dan
membawa senyuman setiap harinya.
Teruntuk kamu tuankku, yang dahulu ku cintai bersama hujan,
aku menari sembari berkata “Aku mencintaimu Tiangku”
Kutitipkan rindu lewat hujan kali
ini,
Shasha Aziza Alisya
0 komentar