16.20

Well, aku selalu menganggap semuanya baik-baik aja, sampai saat ini. Tapi tanpa aku sadari, aku mengidap sebuah trauma, entah seperti apa, tapi setiap kali suatu kesalahan yang sepele aku perbuat, membuatku getir dan ketakutan, kalau bukan aku tipikal anak yang mudah bergaul, aku tidak akan menjadi aku yang sekarang, mungkin sudah terbekam di suatu Rumah Sakit. Hehehehe, kok bisa ya? Bayangin aja, hampir setiap hari, hal kecil selalu aku pikirin, hal kecil selalu aku buat takut, hal kecil selalu aku buat nangis (sekarang gak terlalu), dari yang aku anggap hal kecil, dengan caraku menanggapinya, semuanya malah jadi hal besar. Aku selalu cerita apapun, bahkan semuanya, tentang hidupku, pada orang yang aku anggap dekat. Tapi setiap setelah aku bercerita, mereka hanya berkata Sabar, memangnya sepanjang aku bercerita dan sembari melihatku bercerita aku tidak terlihat sabar ya? Bayangkan saja, ini sudah termasuk titik terkuatku, 19 Tahun 10 Bulan, aku benar-benar terlahir menjadi perempuan, kuat, tegar, dan mandiri, tapi Orang Tua ku tidak mengakuinya, maybe hehehe. Aku menulis, seperti ini, aku sudah cukup lelah, tidak tau harus sekuat apa lagi aku menjalani semua ini, tidak tau harus dengan cara apa lagi, aku benar-benar mampu terus menebar senyuman, padahal hatiku benar benar kalut, aku terluka, sangat amat terluka. Aku sakit, dan kesulitan mencari obat apa yang mampu menyembuhkanku. Menyembuhkan, Pikiran dan Hatiku.

You Might Also Like

0 komentar