18.39
"Bukan suatu kesalahan kan, jika aku menyukainya dalam diam? Apa lagi perlahan mencintainya?" Ucapku
"Memang bukan Raina, tapi ini masalah perasaan mu, hatimu, kamu mau patah hati untuk yang kesekian kalinya?" Jawab Ashya
"Memang, aku tidak mau untuk patah hati kembali, tapi, akan aku yakinkan, aku akan jauh lebih membatasi perasaanku untuknya, sungguh, percayalah." Sahutku sambil bersiap untuk pulang.
"Ah sudahlah, terserah kau, tapi kalau apapun yang terjadi, aku yakinkan kamu harus cerita!" Jawab Ashya yang kesal karna keras kepalaku.
Jika dikatakan aku menerima konsekuensi nantinya, tidak juga. Aku hanya ingin merasakan yg namanya benar benar bahagia ketika hanya status teman. Tidak, aku tidak mengharapkan ia memacari ku, cukup ia masih baik padaku, sudah suatu kebanggaan yg aku miliki. Ketahuilah, aku sudah benar-benar kapok soal patah hati kemarin, soal cintaku pada manusia tanpa melibatkan Allah. Maka kini, seberapapun sebagaimanapun rasa suka rasa kagum bahkan rasa mencintaiku pada manusia, akan aku libatkan Allah, akan aku libatkan bagaimana perasaan bahagiaku ketika melihat seseorang yg aku sukai, ikut bahagia. Cuku aku dan do'a ku yang menyaksikan perasaanku terhadapnya.
0 komentar