Sesak

18.57

Sesak ini
lebih sesak dari apapun
kadang mampu menopangnya
kadang lemah tak tertahan

Bukan,
bukan aku yang mau seperti ini
tapi hatiku,
hatiku benar-benar di buatnya hancur

Siapa, siapa pula seseorang yang mau seperti ini.
Tidak, tidak ada.

Tetapi, tiap kali nya seseorang berkata "Tidak mau",
mereka malah mencari-cari sesak itu, entahlah--

Bodoh, iya, kebodohan telah dibuatnya,
sehingga kepercayaan juga cinta masih sempat di permainkan.

Begini, mengapa tuhan selalu mengingatkan "Cintailah manusia sewajarnya, dan cintailah aku sepenuhnya."
Karna Cinta seorang manusia selalu berubah-ubah, dan mencintai seseorang berlebihpun, bukan kebahagiaan yang menerkap, tetapi luka, luka yang membara, karna berani menduakan cinta pada Tuhan.

You Might Also Like

0 komentar