11.07

"Sudah aku bilang sebelumnya bukan? Aku benci, ketika hubunganku di sudahi dengan alasan yang tidak masuk akal, apa lagi dengan hal sepele, kamu pikir aku sebodoh apa?" kataku dengan lantang ketika hati dan air mata tak mampu menahan


"Bukan seperti itu tania, kamu pikir aku juga tidak tau? Sudahlah, lebih baik ntropeksi dirimu sendiri, dan aku intropeksi diriku. Aku pikir aku lelah denganmu." Katanya sembari pergi meninggalkan jejak luka disini-- dihatiku.

"Dasar lelaki bodoh, lelaki jahat, kamu yang salah tetapi kamu tak mau disalahkan, kamu yang salah tapi kamu malah mencari-cari kesalahanku." kataku berteriak dengan sesenggukan tangisan yang tak mampu ku tahan lagi.


Apa sekarang? Dia meninggalkanku dan juga ribuan janji yang telah ia janjikan kepadaku, dan dia begitu banyak menorehkan luka dari yang tak nyata hingga nyata, dari yang tak menyayat hingga sangat menyayat. Ya Tuhan, siapa di sini yang bodoh? Dia ataukah aku? Dia yang meninggalkan ataukah aku yang ingin masih mempertahankan?  

You Might Also Like

0 komentar