Kebencian

14.39

Aku bukan daun yang jatuh tak pernah membenci pohonnya, dan aku juga bukan hujan yang jatuh tak pernah menaruh dendam kepada langit.
Melainkan, aku manusia, yang dapat menyimpan benci, menaruh dendam, pada siapapun, termasuk, dia.
Ya,
Dia yang membuang air liur dan menjilatnya kembali,
Dia yang mempunyai beribu rayuan palsu,
Dia yang bajingannya melebihi anjing, bahkan anjing saja pantas untuk disayangi, tetapi dia? Lebih baik aku bergidik.
Menyesal? Tentu, aku menyesal telah mencintainya begitu dalam, mempertahankan untuk tetap bersamaku, menghakimi orang lain untuk tidak menyalah-nyalahkan kesalahannya.
Dan kenyataannya? Dia membuangku bagaikan barang yang sudah bosan untuk digunakannya, sebegitu rendahnya aku dimatanya.
Benci, sangat membencinya.
Sampai aku matipun, kebencian itu tetap ada, untuknya.
Dan kebencian ini, ku mulai.

You Might Also Like

0 komentar